Asakusa Samba Carnival 2010

(Oleh: Willy Yanto Wijaya)

Jika Anda kebetulan mengunjungi Jepang sekitar akhir Agustus, Anda mungkin kecewa karena kebanyakan pesta kembang api sudah usai. Akan tetapi, jangan kecewa dulu, mungkin Asakusa Samba Carnival akan menjadi obat pelipur lara yang cukup plong.

Asakusa Samba Carnival merupakan pawai/ arak-arakan yang mengusung konsep karnival samba Brazil yang setiap tahunnya diadakan di daerah Asakusa, Tokyo. Ide awal Asakusa Samba Carnival ini dicetuskan pertama kali pada tahun 1981 oleh komedian Junzaburo Ban dan walikota Eiichi Uchiyama. Karnival ini diadakan setiap tahun pada hari Sabtu terakhir di bulan Agustus. Jadi tahun 2010 ini, karnival diadakan pada hari Sabtu 28 Agustus, dan merupakan karnival yang ke-30 kalinya.

Penulis sudah lama menanti-nantikan kesempatan menonton Samba Carnival ini. Karnival dimulai pukul 13.30 hingga pukul 18.00. Bersama seorang teman, akhirnya penulis tiba di Asakusa satu jam sebelum karnival dimulai. Ternyata di sepanjang ruas jalan Umamichi hingga Kaminarimon yang akan dilewati oleh arak-arakan karnival, telah disesaki oleh ratusan ribu penonton. Setelah bersusah payah mencari tempat yang paling ideal buat memotret, akhirnya kami bisa mendapatkan posisi lapis ketiga (lapis pertama penonton dalam posisi duduk, jadi kami hanya dihalangi oleh 1 lapis penonton yang berdiri). Padahal kami tiba 1 jam sebelumnya, ga kebayang kalo kami tiba 10 menit sebelum acara dimulai, pasti sudah mendapat lapis ke-6 atau ke-7. Setiap tahun, diperkirakan penonton yang datang mencapai 500 ribu orang, dengan peserta yang berparade tahun ini sekitar 4500 orang.

Para penonton yang menyesaki ruas jalan Kaminarimon

Udara yang panas terik tampak tidak sedikitpun mengurungkan niat para penonton yang antusias. Mereka rela menunggu, bahkan ada yang hingga berjam-jam. Setelah capek dan berkeringat menunggu hingga hampir satu jam, akhirnya dari kejauhan terdengar suara parade samba. Yup, datanglah kloter pertama “Opening Parade”. Emosi dan gerutu para penonton yang kesal menunggu seketika sirna ketika para penari samba yang seksi melenggang lewat. Para penari samba ini mengenakan kostum seperti bikini yang dihias dengan berbagai pernak-pernik/ aksesoris, sepatu hak tinggi, plus ditambah dengan bulu warna-warni yang dikenakan di belakang punggung, semakin menambah semarak suasana.

Penari samba berkostum biru

 

Sebenarnya Samba Carnival ini merupakan ajang kompetisi antar tim dansa samba, dan kali ini ada 16 tim yang akan bersaing dalam 2 kategori: Liga S1 untuk tim dansa papan atas, dan Liga S2 untuk tim dansa papan kedua. Selain 16 tim dansa ini, ada juga 9 tim lainnya, baik dari organisasi sosial, perusahaan, maupun sekolah dasar (SD) di daerah Asakusa. Setiap tim mengusung satu tema, dan biasanya selalu berganti temanya tiap tahun. Misalkan tahun ini ada tim yang mengusung tema Mesir Kuno, Buah Tropis, Antariksa, Bumi, Jantung, hingga tema Zodiak. Kostum, musik, jenis tarian yang ditampilkan pun disesuaikan dengan tema yang diusung.

Setelah “opening parade”, berturut-turut datanglah tim dari sekolah dasar, organisasi sosial, perusahaan (Pocari Sweat dan Asahi Beer), tim-tim Liga S2, lalu terakhir tim-tim Liga S1 (tim dansa papan atas).

Parade tim Sekolah Dasar Tawara

Secara umum arak-arakan parade ini terdiri dari bateria (pemain instrumen musik seperti genderang bass, terompet, perkusi, tamborin, dsb), passistas (penari samba dengan kostum bikini yang seksi), penyanyi tambahan, peraga kostum, parade kendaraan hias, hingga staff/ asisten yang menyuplai minuman ke peserta parade.

Parade kendaraan hias

Warna-warni kostum unik para penari samba

Para pemain instrumen musik (bahkan orang bule pun ikut bergabung)

 

Walaupun harus berdiri hingga 6 jam sampai kaki pegal, akan tetapi pesona tarian, kostum unik, dan musik Samba benar-benar tidak mengecewakan. Asakusa Samba Carnival ini sepertinya merupakan salah satu karnival samba di luar Brazil yang cukup besar dan meriah, dan mungkin satu-satunya di Asia. Banyak penari samba profesional dari Brazil yang juga turut serta berpawai di Asakusa Samba Carnival ini. Tentu saja, Samba Carnival yang terbesar ada di Brazil dengan jutaan penonton. Akan tetapi, di Asakusa Samba Carnival ini Anda bisa menonton sekaligus merasakan daya tarik kombinasi gemulai kemolekan Amerika Latin + eksotisme kecantikan Asia Timur.

Setelah menjepret sana sini hingga 971 foto, memory card kamera penulis pun penuh. Tapi beruntunglah momennya tepat ketika parade terakhir usai. Karena penasaran ke mana arak-arakan terakhir ini pergi, penulis dan juga penonton-penonton lainnya mengikuti dari belakang. Ternyata, mereka tidak mendirikan HQ (markas persinggahan) di sekitar Asakusa, melainkan setelah parade mencapai ujung ruas jalan Kaminarimon, mereka naik ke atas mobil truk besar yang dipersiapkan untuk mengangkut pergi para peserta parade tersebut ke suatu tempat yang tidak diketahui oleh para penonton. Yaah.. sirna deh kesempatan buat foto bareng penari samba.

Setelah pulang ke rumah, dan melihat-lihat suvenir kipas yang dibagikan gratis ke para penonton, ternyata kita bisa foto bareng penari samba, tetapi mesti bayar 1000 yen (1 yen sekitar Rp.100,-) untuk print-out 2 foto. Wah mahal juga ya.. lebih mahal dibandingkan foto bareng Presiden SBY yang seingat penulis cuma ditebus Rp. 50 ribu. Mungkin lain kali penulis akan memikirkan cara bagaimana bisa ikut gabung ke tim parade samba, he…he..   =D

7 Responses to Asakusa Samba Carnival 2010

  1. wdozan says:

    wah pornografi pornoaksi..wakakaka

  2. Selfy Parkit says:

    Wowww…. tertib ya penontonnya. ga tau juga deh kalo diadakan di sini bagaimana keadaannya. hahaha… miss that moment in our country.

  3. Willy Yanto Wijaya says:

    kalau diadakan di Indonesia, kayanya penontonnya bakal kacau dan menghalangi tengah jalan :p he..he.

  4. myovaloffice says:

    Jadi panitia aja Wil, biar bs foto.

    • willyyanto says:

      jadi panitia kayanya agak sulit.. soalnya jumlah personel panitia ga sebanyak peserta parade yg ribuan orang..
      jadi chance jd peserta parade lebih besar ketimbang chance jd panitia =D he…he.

  5. Some news in English about Asakusa Samba Carnival 2010 reported in The Japan Times can be read here:

    http://search.japantimes.co.jp/cgi-bin/fl20100919x1.html

  6. […] for bonus: < liat muka kakeknya gan keliatan seneng banget tuh kakek > SUMBER NYA […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: