Gadis Kecil Bersepatu Merah (Little Girl in Red Shoes)

(Translated from English to Indonesian language by Willy Yanto Wijaya, with the kind permission from Alice Gordenker and The Japan Times)

The original article in English can be read here.

 

Dear Alice,

Bersama surat ini, saya kirimkan foto dari sebuah patung kecil di Azabu Juban di Tokyo. Menurut keterangan yang ada, yang sebagian ditulis dalam bahasa Inggris, itu adalah patung dari seorang gadis yatim piatu yang menjadi inspirasi sebuah lagu Jepang yang sangat terkenal yaitu “Gadis Kecil Bersepatu Merah”. Akan tetapi, pacar saya yakin bahwa keterangan tersebut salah. Ia bersikeras bahwa patung “Gadis Kecil Bersepatu Merah” yang asli ada di Yokohama, dan ia juga berkata bahwa lagu Jepang tersebut sebenarnya adalah mengenai wanita muda yang dirayu oleh pria asing yang tidak baik supaya ikut pergi ke luar negeri. Tambahan pula, ia bersikukuh bahwa lagu tersebut adalah sebuah peringatan implisit bagi wanita Jepang agar menjauhi pria asing. Dapatkah kamu mencaritahu sebenarnya apa yang terjadi?

Maryanne S., Tokyo

 

Dear Maryanne,

Saya tahu lagu tersebut – judulnya “Akai Kutsu no Onna no Ko”. Pertama-tama, saya akan menuliskan lirik lagunya untukmu, dan menuliskan terjemahannya belakangan, supaya kamu dapat membaca bahasa Jepangnya langsung dan menarik kesimpulan sendiri.

Akai kutsu haiteta onna no ko,
Ijin-san ni tsurerarete icchatta
Yokohama no hatoba kara fune ni notte,
Ijin-san ni tsurerarete icchatta
Imadewa aoi me ni nacchatte,
Ijin-san no o-kuni ni irundaro
Akai kutsu mirutabi kangaeru,
Ijin-san ni autabi kangaeru.

Ketika saya pertama kali mendengar lagu ini beberapa tahun yang lalu, gambaran di benak saya adalah seorang pria muda yang melihat ke laut, sambil mengenang gadis cantik yang telah menikah dengan orang asing dan meninggalkan Jepang. Ini tidak jauh berbeda dengan gambaran yang dimiliki oleh pacarmu, meskipun saya tidak merasa adanya persepsi negatif terhadap orang asing dalam lagu ini. Ketika saya mendapatkan surat dan pertanyaan darimu, saya merasa ada baiknya kalau saya mencoba mengecek hal ini ke teman saya Masae, ratu karaoke yang hafal setiap baris lirik dari lagu-lagu Jepang yang pernah diciptakan.

Masae langsung menolak anggapan yang dipikirkan oleh pacarmu, sambil menunjukkan bahwa bahasa Jepang dari “orang asing” yaitu “ijin” (sebuah kata yang cukup tua, dipakai sebelum adanya kata “gaijin” (orang asing)) memiliki honorifik san pada bagian akhir, sehingga melunakkan makna dari kata tersebut serta menunjukkan rasa hormat. Di samping itu, ia berujar, semua orang mengetahui bahwa itu adalah lagu anak-anak, mengenai gadis kecil yang diadopsi oleh orang asing dan berlayar dari Yokohama ke Eropa atau Amerika.

Dengan penuh kepercayaan terhadap Masae, saya mencoba menggali lebih dalam lagi. Saya menemukan ternyata memang lagu ini dikategorikan lagu anak-anak, pertama kali dipublikasikan pada tahun 1921 di sebuah majalah untuk anak-anak sekolah. Lirik lagu ini, ditulis oleh seorang penyair terkenal Ujo Noguchi, memang berbeda dari lirik lagu anak-anak lainnya pada masa itu, dalam hal penggunaan bahasa kasualnya (seperti icchatta) yang memang lazim dipakai anak-anak. Sejak saat itulah, generasi demi generasi orang Jepang menyanyikan lagu ini. Akan tetapi, pada tahun 1978, barulah kisah di balik lagu ini terkuak.

Pada tahun 1973, sebuah surat kabar di Hokkaido menerima sepucuk surat dari seorang wanita yang mengklaim bahwa “Gadis Kecil Bersepatu Merah” (Kimi Iwasaki) adalah setengah-saudara perempuannya. Ibu dari wanita tersebut, Kayo Iwasaki, telah datang dari Shizuoka ke Hokkaido pada awal 1900an sebagai bagian dari program transmigrasi, tetapi pertanian di Hokkaido ternyata sangat sukar sehingga ia tidak sanggup merawat putri kecilnya. Maka, pada usia 3 tahun, Kimi kecil dititipkan ke seorang teman yang berjanji akan mencarikan rumah yang layak untuknya. Bertahun-tahun kemudian, Kayo bertemu penyair Ujo Noguchi, dan memberitahukannya tentang Kimi yang terpaksa ia berikan ke orang lain. Ia percaya bahwa misionaris asing telah membawa Kimi, dan bahwa putrinya sekarang hidup di luar negeri.

Sambil mengumpulkan beberapa potongan kisah ini, seorang produser televisi Hiroshi Kikuchi berangkat melakukan investigasi yang memakan waktu hampir lima tahun. Ia mendapati bahwa wanita tersebut memang telah bertemu Noguchi, ketika mereka bekerja di kantor yang sama. Kemudian, ia juga berhasil mengidentifikasi misionaris asing tersebut, dan bahkan berangkat ke Amerika untuk mewawancarai keturunan mereka. Tetapi tidak ada indikasi mereka membawa pulang seorang gadis cilik ketika mereka meninggalkan Jepang pada tahun 1908. Akhirnya, Kikuchi menemukan kenyataan yang menyedihkan bahwa ternyata Kimi telah meninggal akibat TBC pada tahun 1911 di usia 9 tahun. Sepanjang waktu itu, Kimi-chan tinggal di sebuah panti asuhan di Azabu – Tokyo, mungkin karena kondisi kesehatannya terlalu lemah untuk berangkat meninggalkan Jepang bersama orang tua adopsi nya.

Kembali mengenai masalah patung, agaknya sulit untuk mengatakan mana yang lebih asli. Patung yang disebutkan oleh pacarmu, di Yamashita Park, Yokohama, didirikan tahun 1979, konstruksinya telah direncanakan sebelum orang-orang mengetahui bahwa Kimi sebenarnya tidaklah berlayar pergi. Patung yang di Azabu Juban, Tokyo, didirikan tahun 1989 setelah diketahui bahwa Kimi meninggal di sebuah panti asuhan terdekat.

Akan tetapi, bukan dua ini saja patung “Gadis Kecil Bersepatu Merah”, masih ada satu lagi di tempat kelahiran Kimi di Nihondaira, Prefektur Shizuoka. Dan satu lagi di Rutsumura, Hokkaido, tempat Kimi pernah tinggal selama beberapa waktu bersama ibunya.

Dan saat ini sedang direncanakan pula patung Kimi yang ke-5, di Prefektur Aomori, tempat kelahiran dari teman yang mencarikan rumah bagi Kimi bersama misionaris asing.

Sebagai penutup, berikut saya terjemahkan lirik lagu “Gadis Kecil Bersepatu Merah”.

Gadis kecil bersepatu merah

Telah pergi bersama orang asing

Dari Yokohama naik kapal

Telah pergi bersama orang asing

Sekarang matanya pasti telah menjadi biru

Ia pasti telah berada di negeri sana

Setiap kali aku melihat sepatu merah, pasti teringat padanya

Setiap kali aku melihat orang asing, pasti teringat padanya.

Kalau kamu ingin mengetahui nada dari lagu ini, mintalah teman orang Jepang menyanyikannya untukmu. Mereka pasti tahu, saya yakin. Dan kalau kamu mampir di patung di Azabu Juban, masukkanlah koin ke kotak di dekat kaki Kimi. Sampai saat ini, lebih dari 10 juta yen telah terkumpulkan untuk disalurkan ke anak-anak yang membutuhkan di seluruh dunia.

 

(diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Willy Yanto Wijaya dari rubrik “So, What the Heck is That?” oleh Alice Gordenker, The Japan Times, 19 Juni 2007)

Monumen kenangan bagi Kimi-chan di Yamashita Park, Yokohama.



One Response to Gadis Kecil Bersepatu Merah (Little Girl in Red Shoes)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: