Festival Kembang Api di Sungai Sumida

(Oleh: Willy Yanto Wijaya)

Di Jepang, kalau di setiap musim semi terdapat daya tarik Hanami (花見) dengan keindahan kuntum-kuntum sakura yang bermekaran, maka di musim panas jangan lewatkan daya tarik Hanabi (花火), festival kembang api yang begitu indah. Pada pertengahan musim panas, sekitar akhir Juli hingga pertengahan Agustus, di seantero Jepang, hampir pasti selalu ada festival kembang api (hanabi).

Musim panas di Jepang sangatlah panas, lembab dan gerah. Oleh sebab itu, banyak orang Jepang yang keluar rumah mencari udara malam yang adem. Di musim panas, kita akan lebih sering melihat wanita dan gadis Jepang memakai yukata, pakaian sejenis kimono namun lebih tipis, simpel dan berbahan dari kapas. Yukata berbagai corak yang indah itu juga acapkali dipakai ketika hendak menyaksikan festival kembang api.

Festival kembang api yang sangat populer di Jepang antara lain yaitu hanabi di Prefektur (Provinsi) Niigata, di utara Jepang; juga di Kuil Itsukushima di daerah Miyajima, Jepang barat daya. Di daerah Tokyo sendiri, hanabi paling populer yaitu di Sungai Sumida, di daerah Asakusa dan juga hanabi di daerah Odaiba, Teluk Tokyo. Hanabi lain yang cukup ramai yaitu di Minatomirai, Yokohama Bay.

Festival kembang api di Sungai Sumida ini telah berlangsung selama lebih dari 270 tahun sejak tahun 1733. Tiap tahun biasanya selalu diselenggarakan, hanya ditiadakan apabila pada hari H turun hujan deras. Festival kembang api (hanabi taikai) Sungai Sumida ini dapat dikatakan festival hanabi terbesar di area Tokyo, dengan dilepaskannya sekitar 20.000 kembang api pada dua spot di sepanjang Sungai Sumida tersebut.

Walaupun memiliki jadwal yang sangat padat, penulis tidak melewatkan kesempatan melihat festival kembang api musim panas di Sungai Sumida ini. Setelah bersusah payah mencari teman untuk pergi bareng, akhirnya penulis berangkat bareng seorang teman dari Malaysia.

Kami tiba di stasiun Asakusa sekitar pukul 6 sore. Tidak disangka, jalanan sudah sangat padat, dan kami bahkan agak kelabakan mencari spot yang nyaman buat menonton kembang api. Anda bayangkan saja, lebih dari satu juta orang memadati area Asakusa yang luasnya lebih kurang sepanjang daerah Dago di Bandung, dan banyak yang sudah mem-booking tempat/ menggelar tikar bahkan sejak dari pagi harinya.

Akhirnya kami menonton sambil berdiri dari jam 19.00 – 20.30. Walaupun kaki agak pegal, tapi pertunjukan kembang apinya yang luar biasa keren dan indah cukup mengobati rasa lelah kami. Kembang apinya ada yang menonjolkan kombinasi warna, ada juga yang menonjolkan bentuk, sebagian lagi menonjolkan ritme dan perpaduan proses. Indah sekali… Sesekali hiruk pikuk “Waahhh!!!” dan suara decak kekaguman orang-orang yang menonton ikut pula membahana, semakin menghidupkan suasana malam itu.

Suasana pasar malam di sepanjang jalan menuju kuil asakusa.

Selesai menyaksikan festival kembang api, kami mampir ke Asakusa Kannon Temple, kuil Avalokitesvara (Guan Yin) yang sangat terkenal di Asakusa, sambil mengisi perut kami yang sudah keroncongan dengan Yakisoba (mie goreng) pinggir jalan dan soda lime. Kami beranjak pulang jam 10-an malam, ternyata antrian di stasiun kereta masih juga sangat padat (padahal hanabi sudah selesai 2 jam sebelumnya), dan tiba di asrama pada dini hari.

(Catatan perjalanan penulis, Musim Panas 2007)

Yukata adalah pakaian tradisional Jepang yang sangat populer di musim panas.

2 Responses to Festival Kembang Api di Sungai Sumida

  1. Selfy Parkit says:

    kayanya g udah pernah liat neh foto dah di flick u… ini foto festival tahun lalu yang 2007 ya? yang taun2 ini pasti ga sempat nonton ya! hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: