Melepas, Melepas..

(Oleh: Willy Yanto Wijaya)

Di suatu hutan hiduplah sekelompok monyet. Suatu hari, tatkala mereka tengah bermain, tampak oleh mereka sebuah toples kaca berleher panjang dan sempit yang bagian bawahnya tertanam di tanah. Di dasar toples itu ada kacang yang sudah dibubuhi aroma yang disukai monyet. Rupanya toples itu adalah perangkap yang ditaruh di sana oleh seorang pemburu.

Salah seekor monyet muda mendekat dan memasukkan tangannya ke dalam toples untuk mengambil kacang-kacang tersebut. Akan tetapi tangannya yang terkepal menggenggam kacang tidak dapat dikeluarkan dari sana karena kepalan tangannya lebih besar daripada ukuran leher toples itu. Monyet ini meronta-ronta untuk mengeluarkan tangannya itu, namun tetap saja gagal.

Seekor monyet tua menasehati monyet muda itu: “Lepaskanlah kepalanmu atas kacang-kacang itu! Engkau akan bebas dengan mudah!” Namun monyet muda itu tidak mengindahkan anjuran tersebut, tetap saja ia bersikeras menggenggam kacang itu.

Beberapa saat kemudian, sang pemburu datang dari kejauhan. Sang monyet tua kembali meneriakkan nasehatnya: “Lepaskanlah kepalanmu sekarang juga agar engkau bebas!” Monyet muda itu ketakutan, namun tetap saja ia bersikeras mengambil kacang tersebut. Akhirnya ia tertangkap oleh sang pemburu.

———————————————————————————–

Seringkali, kita begitu terikat pada banyak hal di dunia ini. Kita menjadi sangat sangat tidak rela melepaskannya. Kita memiliki sejumlah kekayaan, status sosial atau kedudukan yang terhormat, kondisi fisik atau penampilan yang oke, kecerdasan otak yang cemerlang, koneksi sosial dan pertemanan yang baik, keluarga yang hangat, dan begitu banyak hal lainnya. Kita takut kehilangan hal-hal tersebut. Kita menjadi sedih, depresi, dan kecewa ketika mendapati kehilangan itu benar-benar terjadi pada diri kita.

Kemelekatan dan ketidakrelaan kita untuk melepas inilah salah satu penyebab ketidakbahagiaan yang berkali-kali kita alami dalam kehidupan ini. Lepaskanlah semua itu dan jalanilah segala sesuatu apa adanya.

Ketika Anda membaca artikel ini, dan masih banyak beban dan kegundahan dalam batin Anda, lepaskanlah semua beban batin itu. Renungkan perlahan dan sadari bahwa semua kesulitan, beban, kesedihan, rasa takut, dan kecemasan Anda pasti akan berlalu. Pada akhirnya toh bahkan kehidupan kita sendiri akan berakhir pula. Apa sih yang harus membebani Anda?

Melepas, melepas….. maka hidup semakin ringan.

 

(dimuat di Bhadra Bodhi Maret 2004)

4 Responses to Melepas, Melepas..

  1. meriororen says:

    wuih. mantep mas, bener banget.

  2. Setuju… setuju… ak juga lagi belajar untuk melepas setahap demi setahap.

  3. fekhi says:

    salam kenal, sudah saya baca beberapa tulisannya. bagus dan banyak yang dapat kita renungkan🙂
    kalau diizinkan boleh ya saya share di fb, langsung link ke blog ini. kebetulan saya juga ada grup buat sharing2 tulisan permenungan seperti ini.
    terima kasih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: