Anjing Hachiko, Arti Sebuah Kesetiaan

(Oleh: Willy Yanto Wijaya)

HachikoJika Anda mengunjungi Shibuya, pusat perbelanjaan terpadat di Tokyo, Anda mungkin akan menemukan sebuah patung anjing di salah satu pintu keluar stasiun. Patung ini didirikan untuk mengenang Hachiko, anjing ras Akita yang sangat terkenal akan kesetiaannya.

1923. Di musim dingin yang menggigit, diantara hamparan salju di Prefektur Akita, seekor anak anjing ditinggalkan oleh pemiliknya. Profesor Hidesaburo Ueno yang menemukan anak anjing ini merasa iba, dan membawanya pulang. Anak anjing yang imut dan lucu ini benar-benar menggemaskan dan membawakan kegembiraan hati bagi Profesor Ueno. Setiap hari Profesor selalu berbagi makanan dengannya, memandikannya dan merawatnya. Profesor memberikan nama “Hachiko” kepada anak anjing ini.

Hachiko pun sangat menyukai Profesor. Pada tahun 1924, Hachiko dibawa ke Tokyo oleh Profesor Ueno, yang memang mengajar jurusan pertanian di Universitas Tokyo. Setiap hari Profesor berangkat ke kampus menggunakan densha (kereta api) dari stasiun Shibuya. Setiap hari pula Hachiko selalu menemani Profesor berangkat ke stasiun Shibuya. Setelah Profesor berangkat, Hachiko pun akan pulang ke rumah dengan sendirinya, kemudian sore harinya, datang lagi ke stasiun Shibuya untuk menunggu kepulangan Profesor. Setiap kali Profesor turun dari densha, Hachiko pun terlihat telah menunggunya. Hachiko dan Profesor kemudian akan pulang ke rumah bersama-sama.

Demikianlah hari demi hari Hachiko selalu mengantarkan dan menemani Profesor Ueno.

Suatu hari, Profesor merasa kurang sehat. Walaupun demikian, Profesor tetap berangkat mengajar seperti biasanya. Hachiko pun, seperti biasanya, menemani Profesor berangkat ke stasiun Shibuya. Ketika sedang mengajar, Profesor tiba-tiba limbung dan terjatuh. Profesor Ueno mengalami serangan stroke. Murid-murid dan staf kampus yang kaget, segera membawa Profesor ke rumah sakit. Akan tetapi, nyawa Profesor tidak tertolong lagi.

Hachiko, sore harinya, seperti biasa berangkat lagi dari rumah ke stasiun Shibuya untuk menunggu kepulangan tuannya. Akan tetapi, kali ini, diantara kerumunan orang-orang yang turun dari densha, tidak ada sang Profesor. Hachiko terus menunggu dan menunggu, berharap sosok sang Profesor akan menghampirinya, dan bersama-sama pulang ke rumah.

Siang tergantikan malam. Akan tetapi, Profesor yang ditunggu-tunggu, tidak kunjung datang. Hachiko pun pulang kembali ke rumah.

Keesokan harinya, Hachiko datang lagi ke stasiun Shibuya, menunggu kepulangan sang Profesor. Akan tetapi, lagi-lagi Profesor yang dinanti-nantikan tak kunjung tiba.

Esok harinya, Hachiko datang lagi ke stasiun dan menunggu. Esoknya lagi… dan esoknya lagi. Tidak peduli hamparan salju yang membeku di musim dingin, maupun udara musim panas yang lembab dan gerah, setiap harinya Hachiko pasti selalu datang menunggu.

Para penumpang yang mengetahui bahwa Hachiko sedang menunggu tuannya yang tidak akan pernah kembali lagi, merasa simpati dan mencoba memberitahukan, “Hachiko, tuanmu tidak akan pernah kembali lagi, tidak perlu menunggu lagi.”

Akan tetapi, Hachiko tetap menunggu. Tanpa pernah absen seharipun, selama hampir 11 tahun, Hachiko tetap menunggu…

Suatu pagi, seorang petugas stasiun menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan jalan. Anjing itu telah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada tuannya pun terbawa sampai mati.

Warga yang mendengar kematian Hachiko pun berdatangan ke stasiun Shibuya. Mereka ingin menghormati untuk terakhir kalinya, menghormati arti dari sebuah kesetiaan yang kadang justru sulit ditemukan pada diri manusia.

Untuk mengenang Hachiko, warga pun membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Jika Anda mengunjungi Shibuya, Anda akan menemukan patung Hachiko di sisi utara stasiun Shibuya saat ini.

Sampai saat ini pun, sekitaran patung Hachiko suka dijadikan tempat janjian bertemu oleh orang-orang ataupun sepasang kekasih. Mereka berharap akan ada kesetiaan seperti yang telah dicontohkan oleh Hachiko saat mereka menunggu maupun berjanji untuk datang.

Oleh orang Jepang, Hachiko dikenang dengan sebutan 忠犬ハチ公 (Chuuken Hachiko) yang berarti “Hachiko yang setia”.

(artikel ini pernah dimuat di majalah BVD — Juni 2009)

Patung Hachiko di dekat Stasiun Shibuya, Tokyo

Patung Hachiko di dekat Stasiun Shibuya, Tokyo

About these ads

18 Responses to Anjing Hachiko, Arti Sebuah Kesetiaan

  1. andi says:

    great story will….. :)

  2. Parkit says:

    Terharu mendengar kisahnya… Kpn ya bisa ketemu manusia yg seperti Hachiko.. He.he.. Btw pemaparan critanya, 2 thumbs up.. He.he..

  3. willyyanto says:

    To: Andi and Selfy

    Thanks ya commentnya ;)

  4. Baharuddin says:

    Pertama kali numpang jalan2 di wordpress mas Willy. Thanks 4 sharing mas…
    Oh ya, katanya kita liat jasad hachi yang sudah diawetkan di Tokyo National Science Museum ya. Semoga kita2 yg manusia bisa ambil pelajaran dari anjing ini.

    • willyyanto says:

      hai bahar =) thx commentnya..
      hmm, iya, ada awetan si hachiko di National Science Museum — Tokyo.

      juga bulan Agustus ini bakal dirilis film “Hachiko: A Dog’s Story” yang diangkat dari kisahnya si Hachiko.
      (versi Hollywood, Profesor nya si Richard Gere) =)

      salam,

  5. yudi says:

    dear friends, bagi yang suka nonton film…
    film hachiko akan diputar tahun ini yaitu tanggal 8 bulan 8, sesuai arti nama hachi yaitu 8.

    salam

  6. ano…

    itu anjing jenis apa yah?

    Akita-inu?

    di Jepang sendiri mahal gk yah anjing tipe ini?

    • willyyanto says:

      hai jeff =)

      ya, hachiko termasuk ras Akita.

      di Jpn memelihara anjing memang sangattt sangattt mahal… pernah saya lihat di pet-shop, harga paling murah sekitar 200 ribu yen (Rp. 20 juta), karena mencakup biaya vaksin, kontrol penyakit, dsb..

      setelah membeli anjing pun, masih harus mengeluarkan biaya2 yang tidak ringan u/ membeli makanan anjing, perawatan berkala, salon khusus anjing, tempat tinggal yang agak mahal (karena biasanya pemilik rumah ga setuju ada pets yang tinggal bersama), juga harus punya mobil (karena anjing tidak boleh dibawa masuk ke densha — kereta api).
      Punya mobil artinya mesti bayar bensin (1 liter 110 yen), t4 parkir yg mahal di Tokyo, maintainance tahunan + uji emisi (paling tidak sekitar Rp. 8 juta), dsb dsb…. =D

      Tapi walaupun begitu, banyak juga penduduk Tokyo yang memelihara anjing dan suka bawa jalan2 si anjing tiap sore lho, he…he.. =D

  7. patricia timmie says:

    cerita yg menyentuh hati.. hope me like hachiko .. setia sampe mati for God in heaven.

  8. lovely says:

    ku sangat kaguum dengan kesetiaan dari hachiko…..:)
    moga ada orng yang seperti hachiko……..

  9. LoLa Ayumi says:

    hachiko’s loyalty…..
    he last saw his friend alive

  10. andre says:

    gila,, gw aja sampe nangis nntn filemnya,,, sumpah nangis dah..

  11. austine says:

    Hachiko…. walaupun seekor BINATANg tapi dia tw dari dari sebeuah kesetiaan,….
    Bagaimana dengan KIta???????????

  12. Onie' says:

    Assalamu”alaykum wr. wb

    Subhanallahu, sungguh cerita yang mengharukan…
    Seperti inilah jika kita menyayangi dengan ketulusan siapapun akan merasakan dan akan membals dengan cara yang sama bahkan lebih dari segalanya….

    Luv Chuuken Hachiko^^

  13. Hehaichi says:

    Ada ga ya kucing yg kayak gtu?!

  14. diajeng ayu says:

    love you hachi. pengen punya anak akita. ada yang bilang mahal ada yang bilang murah. di shibuya sendiri paling murah 20jt? ko di indo murah ya?

    • willyyanto says:

      di Jpn memang mahal, 20 juta itu mgkn harga termurah.. soalnya ada biaya vaksinasi, asuransi, perawatan, dsb.
      kalau di Indo kurang tau juga.. mgkn bisa lebih murah.

  15. Andi wibowo says:

    ceritanya sedih..liat anjingnya sendirian nungguin tuannya,sampe nangis nontonnya walaupun udh di puter berapa kali di Dvd.
    dan super2 setia…pengen bgt melihara anjing kaya gini yg setia sama tuannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 39 other followers

%d bloggers like this: